Apresiasi Kinerja Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK di Jatim Tahun 2015

Diposting pada: 2016-01-13, oleh : smkn3boy, Kategori: Tanpa Kategori

Apresiasi Kinerja Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK di Jatim Tahun 2015

Langkah selalu mengadakan inovasi yang dilakukan di SMKN 3 Boyolangu, akhirnya bisa membuahkan hasil yaitu meraih nilai tertinggi dalam lomba kinerja Bursa Kerja Khusus (BKK) se-Jawa Timur. Kriteria yang dinilai meliputi aspek manajemen, kerjasama, pelaksanaan praktek kerja dan hasil kinerja berupa serapan penempatan tenaga kerja. Disnakertransduk Prov. Jatim yang didukung Kemenaker (Direktorat Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri) memberikan apresiasi sebagai bentuk ucapan terimakasih dan untuk lebih meningkatkan kinerja serta kerjasamanya dengan dinas yang membidangi ketenagakerjaan didaerah masing-masing, berupa bantuan satu unit perangkat computer, uang pembinaan dan piala.

Tentu tidak mudah dalam mendapatkan gelar itu. Yang membedakan dengan sekolah lain adalah inovasi yang dilakukan BKK yaitu bisa mencari informasi mengenai lowongan pekerjaan sampai mendaftar pekerjaan dengan memanfaatkan fasilitas android di smat phone. Disamping siswa yang belum lulus, para alumni maupun siswa yang berasal dari luar dengan cepat dapat mengakses informasi mengenai lowongan pekerjaan. Semuanya tidak lepas dari kerja keras seluruh civitas akademika SMKN 3 Boyolangu.

Dari hasil lomba Pengelengaraan Bursa Kerja Khusus di satuan SMK tahun 2015, berdasar katagori A pemenangnya adalah SMK negeri 3 Boyolangu Tulungagung, SMK 6 Kota Malang dan SMK 2 Kota Probolinggo. Sedang pemenang katagori B adalah   SMK Binamandiri Kota Malang, SMK 1 Sooko Mojokerto dan SMK Rogojampi Banyuwangi. Untuk pemenang katagori C adalah SMK Wisnu Balerejo Madiun, SMK Al Jauha Ngawi dan SMK Al Innaba Ponorogo.

Kepala Diknas Prov Jatim ( DR. Syaiful Rachman MM, MPd) mengharapkan  melalui Bursa Kerja Khusus (BKK) di satuan pendidikan SMK ini  mampu membantu siswa dan alumninya mendekatkan dan mempendek untuk mendapatkan pekerjaan di dunia usaha dan dunia industri. " Kepala SMK wajib memiliki kemampuan pemasaran siswa didiknya ", katanya karena SMK memiliki keunggulan mampu mengolah supply dan demand calon tenaga keja secara langsung (link and match) dengan dunia kerja.

Kegiatan unit kerja Bursa Kerja Khusus (BKK) dibentuk disatuan pendidikan berdasar Surat Keputusan Bersama (SKB) Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Dipdikbud RI dan Dirjen Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja RI No.00/C/KEP/U/1994 dan KEP.02/BP/1994 tentang pembentukan Bursa Kerja di Satuan Pendidikan Menengah dan Pemanduan Penyelenggaraan Bursa Kerja. Untuk itu, dalam operasionalnya BKK harus mengacu Permenakertrans RI No.07 Tahun 2008 tentang penempatan tenaga kerja. Aktivitas penempatan yang perlu diperhatikan adalah aspek kesiapan sikap mental, aspek normatif aturan ketenagakerjaan yang antara lain meliputi hak-kewajiban, perijinan Bursa Kerja Khusus dan tidak memungut biaya kepada pencari kerja,


Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar


Nama *
Email * Tidak akan diterbitkan
Komentar *
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 0 komentar untuk berita ini