SMKN 3 BOYOLANGU SEBAGAI SEKOLAH INTEGRITAS UJIAN NASIONAL 2015

Diposting pada: 2016-02-26, oleh : smkn3boy, Kategori: Berita

SMKN 3 BOYOLANGU SEBAGAI SEKOLAH INTEGRITAS UJIAN NASIONAL 2015

Oleh Heri Subowo, M.Pd.

 

Sebanyak 503 kepala sekolah/madrasah untuk jenjang SMP dan SMA sederajat menerima apresiasi sebagai integritas Ujian Nasional (UN) dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada hari Ahad (20/12/2015) di Jakarta. Dengan mengambil tema “Prestasi Penting, Jujur Yang Utama”,  acara pemberian apresiasi ini akan berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 20 sampai dengan 22 Desember 2015. Pada hari kedua, Senin (21/12/2015) kepala sekolah/madrasah tersebut diterima Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara. Selanjutnya, mereka diterima pimpinan baru KPK pada hari Selasa (22/12/2015) di kantor KPK. Turut hadir dalam acara malam penganugerahan ini adalah Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Kepala Balitbang, Ketua BSNP, Ketua Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (AKSI), dan para pejabat eselon dua di lingkungan Kemdikbud.

Sumarna Surapranata Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan dalam laporannya menyebutkan para kepala sekolah/madrasah tersebut dipilih berdasarkan indeks integritas dalam pelaksanaan UN selama lima tahun terakhir, mulai tahun 2010 sampai dengan 2015. Mereka datang dari 123 kabupaten/kota di 24 provinsi.

Sementara, Anies Bawesdan dalam sambutannya mengatakan melalui acara seperti itu diharapkan dapat memotivasi para kepala sekolah yang lain untuk meningkatkan integritas dalam pelaksanaan UN, terjadi perubahan pola pikir dan cara pandang bahwa berprestasi saja tidak cukup, harus diikuti dengan integritas yang tinggi. Oleh karena itu yang mendapatkan anugerah adalah mereka yang memiliki integritas tinggi.

Penilaian indeks integritas ini pertama diberlakukan melalui ujian nasional (UN). Semakin besar indeks integritas, tingkat kejujuran di sekolah tersebut dinilai semakin tinggi. Indeks ini diharapkan menaikkan nilai atau bobot hasil UN, karena "nilai yang tinggi saja jadi tak bermakna jika sekolahnya mengambil jalan pintas tak berintegritas untuk mencapainya." Demikian penjelasan Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah, Anies Baswedan, saat meluncurkan program indeks integritas ini April 2015 silam. Selama ini, kecurangan mewarnai berbagai pemberitaan saat UN.

Untuk mengubahnya, indeks ini dibuat dengan memperhatikan konsistensi integritas sekolah, yaitu cara dan proses siswa melaksanakan UN dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Menteri Anies menegaskan, penilaian indeks integritas UN ini bagian dari penerjemahan revolusi mental; prestasi tidak hanya dari aspek akademik, tetapi juga di ranah moral seperti nilai kejujuran.

Penilaian ini, ujar Mendikbud, diukur dengan melihat pola kerja sama dan pola kecurangan peserta didik di suatu sekolah dalam mengerjakan soal ujian nasional. Metode seperti ini sudah dipraktikkan di berbagai negara.

Menurut Anies, kita sudah 70 tahun merdeka. Mereka yang menyusun dan merintis kemerdekaan Indonesia adalah kaum terdidik yang visioner dengan integritas yang tinggi. Mereka yang menyusun konstitusi, memiliki kesempatan untuk mengambil sebanyak-banyaknya kekayaan dari negeri ini. Tetapi mereka tidak melakukannya. Itu adalah sebagai contoh integritas yang tinggi. Oleh karena itu, sekarang menjadi tanggungjawab kita untuk mengembalikan negeri ini kepada negeri yang berintegritas. Anies menjanjikan mulai sekarang indeks integritas UN akan diumumkan ke publik. Sebab tuntutan untuk meningkatkan integritas bukan dari siapa-siapa, tetapi tapi dari seluruh pihak.

Menteri Anies juga menjelaskan, sebenarnya yang terpilih adalah peringkat 500 teratas dalam indeks integritas UN se-Indonesia. Namun, rupanya ada tiga sekolah yang memiliki indeks yang sama, sehingga total penerima penghargaan indeks integritas UN terbaik berjumlah 503.

"Sebanyak 218 SMP dan MTs dengan indeks integritas 92-99. Lalu 150 SMA/MA dengan indeks integritas 92-99, dan 135 SMK dengan indeks integritas 93-99," tutur Mendikbud di situs resmi Kemendikbud (21/12).

Pada akhir sambutannya, Anies mengajak para kepala sekolah/madrasah penerima apresiasi integritas agar menyampaikan pesan pentingnya integritas dalam pelaksanaan UN ke seluruh tanah air untuk menunjukan bahwa sekolah kita sekolah yang punya semangat untuk berintegritas namun tetap berprestasi.

Dalam sambutannya di Istana Negara, Jakarta, Presiden berpesan agar sekolah kembali mengajarkan nilai-nilai kebaikan, etika, budi pekerti, kejujuran, moralitas, kepantasan, dan nilai kepatutan jika kita ingin menjadi negara yang besar dan bermartabat. "Kejujuran adalah nilai fundamental, nilai dasar dalam membangun karakter bangsa," ujar Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Senin (21/12/2015). Kalimat ini disampaikan Presiden saat bertemu 503 kepala sekolah yang sekolahnya memiliki indeks integritas ujian nasional (UN) tertinggi se-Indonesia.

"Melalui pendidikan yang diberikan bapak/ibu guru kepada anak-anak kita, walau hasilnya baru terasa sepuluh tahun kemudian, saya memberikan apresiasi, bapak ibu kepala sekolah telah menjadi contoh di tengah langkanya nilai-nilai integritas dan kejujuran," ujar Jokowi.

Presiden mengharapkan anak-anak dapat menghargai usahanya sendiri dalam meraih prestasi. "Jadikan sekolah sebagai arena terbaik untuk pendidikan karakter, serta jadikan sekolah sebagai zona jujur," pintanya, seperti dilansir Setkab RI.

 

Metode analisis IIUN

Terkait dengan metode yang digunakan dalam melakukan analisis Indeks Integritas Ujian Nasional (IIUN), Anies dalam paparannya menjelaskan, ada dua jenis kecurangan, yaitu kecurangan individual dan kecurangan massal. Kecurangan individu dilakukan dengan melihat jawaban teman di dalam satu ruang. Kecurangan massal terjadi di ruangan dengan dibantu pihak lain, termasuk pengawas. Dari dua jenis kecurangan ini, yang sering terjadi adalah kecurangan massal.

Untuk melakukan analisis kecurangan, ada dua metode, yaitu pairwise dan metode kumulatif. Pada metode pertama, analisis dilakukan dengan membandingkan satu individu dengan individu lainnya. Pada metode kedua, analisis dilakukan dengan menganalisa keseragaman pola jawaban yang salah dalam satu sekolah. Kejujuran sulit diukur, tetapi kecurangan bisa diukur.

Hasil analisis dijadikan empat kuadran. Kuadran pertama adalah kelompok dengan indek integritas tinggi dan nilai UN tinggi. Kuadran kedua adalah kelompok dengan indeks integritas tinggi, tetapi nilai UN rendah. Kuadran ketiga adalah kelompok dengan indeks integritas rendah dan nilai UN rendah. Terakhir, kuadran keempat adalah kelompok dengan indeks integritas rendah dan nilai UN tinggi. Para kepala sekolah yang sekolahnya berada pada kuadran satu bisa merasa lega dan bersyukur, tetapi mereka yang berada pada kuadran empat, memiliki kewajiban menjelaskan kepada orang tua murid dan peserta didik.

 

Sekolah Integritas di Provinsi Jawa Timur

Berdasarkan data dari Kemdikbud dapat dianalisa bahwa dari 503 kepala sekolah yang diundang di Jakarta, yang berasal dari Jawa Timur sebanyak 104 orang, berarti ada 20,7%. Dari 104 kepala sekolah tersebut, yang berasal dari SMK sebanyak 24 sekolah (23,1%), SMA sebanyak 19 sekolah (18,3%), dan untuk SMP/Mts sebanyak 61 (58,7%). Lalu bagaimana dengan Sekolah Integritas di Kabupaten Tulungagung? Di Kabupaten Tulungagung, ada 6 sekolah berintegritas, yaitu SMK Negeri 3 Boyolangu dengan IIUN 96,76, SMA Negeri 1 Boyolangu Tulungagung (92,81), SMP Negeri 1 Tulungagung (96,83), SMP Negeri 1 Kauman (96,37), SMP Negeri 1 Ngunut (96,73), SMP Negeri 2 Tulungagung (94,79). Sebagai perbandingan saja bahwa IIUN SMA/SMK untuk Kab. Tulungagung tahun 2015 sebesar 67,74, sehingga untuk SMKN 3 Boyolangu dibanding rata IIUN tersebut +29,02.

 

Kesan, Pesan, dan Harapan Kepala SMKN 3 Boyolangu

SMK Negeri 3 Boyolangu dengan IIUN 96,76 menunjukkan bahwa selama 5 tahun berturut-turut secara konsisten mendapatkan Rata-rata Indeks Integritas UN (IIUN) sebesar 96,76. Dengan adanya perolehan status baru tersebut, Drs. Moch. Anurul Hamzah, M.M. selaku Kepala SMKN 3 Boyolangu menyampaikan harapan bahwa ke depan SMKN 3 Boyolangu harus tetap berkomitmen  untuk mempertahankan atau meningkatkan budaya religius, cerdas, jujur disiplin, dan berkarakter pada semua warga, khususnya pada peserta didik dalam mengikuti segala bentuk kegiatan evaluasi, agar nilai IIUN dapat meningkat.

Semoga pada UN tahun 2016 mendatang, kita semua mampu mempertahankan/ meningkatkan IIUN karena SMKN 3 Boyolangu menggunakan sistem Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) atau Computer Base Test (CBT). Prestasi penting, jujur yang utama. Mari kita jadikan SMKN 3 Boyolangu sebagai pencetak generasi yang jujur dan berprestasi.  Jujur Oke!! Prestasi Yes!!

 

Sumber-sumber:

http://bsnp-indonesia.org/?p=2544

https://beritagar.id/artikel/berita/revolusi-mental-dari-sekolah-dengan-indeks-integritas

http://www.kemdikbud.go.id/kemdikbud/sites/default/files/503%20Daftar%20Sekolah%20dengan%20Indeks%20Integritas%20Tertinggi.pdf#


Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar


Nama *
Email * Tidak akan diterbitkan
Komentar *
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 0 komentar untuk berita ini