SELAMAT DAN SUKSES!! SMKN 3 BOYOLANGU TELAH MENJADI LSP-P1 DAN MULAI BERKIPRAH

Diposting pada: 2016-02-26, oleh : smkn3boy, Kategori: Tanpa Kategori

SELAMAT DAN SUKSES!!

SMKN 3 BOYOLANGU TELAH MENJADI LSP-P1 DAN MULAI BERKIPRAH

Oleh Heri Subowo, M.Pd.

 

Untuk mengetahui lebih dalam tentang LSP-P1 SMKN 3 Boyolangu,  bagaimana kiprahnya masa kini dan masa mendatang, berikut saya uraikan dengan “gaya bertanya” di bawah ini.

 

Apa LSP-P1 itu?

Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP-P1)  adalah  lembaga pelaksana uji  kompetensi dan sertifikasi kompetensi yang telah mendapatkan lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Untuk mewujudkan lulusan SMK yang kompeten, sesuai dengan PP No.31/2006 tentang Sistem Diklat Berbasis Kompetensi mulai tahun 2015 ini sistem pendidikan berbasis kompetensi di SMK semakin disempurnakan dengan pengembangan LSP Pihak Pertama (LSP- P1) SMK.   

 

Apa BNSP itu?

BNSP adalah Badan Nasional Sertifikasi Profesi sebagai lembaga otoritas  yang bertanggung jawab untuk melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja. BNSP merupakan badan independen yang bertanggung jawab kepada Presiden yang memiliki kewenangan sebagai otoritas sertifikasi personil dan bertugas melaksanakan sertifikasi kompetensi profesi bagi tenaga kerja. Pembentukan BNSP merupakan bagian integral dari pengembangan paradigma baru dalam sistem penyiapan tenaga kerja yang berkualitas. Berbeda dengan paradigma lama yang berjalan selama ini, sistem penyiapan tenaga kerja dalam format paradigma baru terdapat dua prinsip yang menjadi dasarnya, yaitu : pertama, penyiapan tenaga kerja didasarkan atas kebutuhan pengguna (demand driven); dan kedua, proses diklat sebagai wahana penyiapan tenaga kerja dilakukan dengan menggunakan pendekatan pelatihan berbasis kompetensi (Competency Based Training / CBT). Pengembangan sistem penyiapan tenaga kerja dengan paradigma baru ini dimulai pada awal tahun 2000 yang ditandai dengan ditandatanganinya Surat Kesepakatan Bersama (SKB) antara Menteri Tenaga Kerja, Menteri Pendidikan Nasional, Ketua Umum Kadin Indonesia.

 

Istilah-istilah penting apa saja yang perlu diketahui?

Cukup banyak istilah-istilah yang diterapkan dalam operasional LSP, namun setidaknya ada beberapa istilah yang perlu dikenalkan di sini, yaitu:

  • Sertifikasi Kompetensi Kerja adalah proses pemberian sertifikat kompetensi yang dilakukan secara sistematis dan obyektif melalui asesmen/uji kompetensi yang mengacu kepada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI),  Standar Internasional dan Standar Khusus.
  • Sertifikat Kompetensi adalah bukti pengakuan tertulis atas penguasaan kompetensi kerja pada jenis profesi tertentu yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi atau Badan Nasional Sertifikasi Profesi.
  • Asesmen/uji kompetensi adalah proses penilaian baik teknis maupun non teknis melalui pengumpulan bukti yang relevan untuk menentukan apakah seseorang kompeten atau belum kompeten pada suatu unit kompetensi atau kualifikasi tertentu.
  • Tempat Uji Kompetensi (TUK)  adalah Tempat Asesmen/uji kompetensi yang memenuhi persyaratan sebagai tempat untuk melaksanakan asesmen/uji kompetensi sesuai dengan materi dan metoda asesmen/uji kompetensi yang akan dilaksanakan.
  • Asesor Kompetensi adalah seseorang yang memiliki kompetensi dan memenuhi persyaratan untuk melakukan dan/atau menilai asesmen/uji kompetensi pada jenis dan kualifikasi tertentu.
  • Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan/atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  • Standar Kompetensi Kerja Internasional (SKKI) adalah standar kompetensi kerja yang dikembangkan dan ditetapkan oleh suatu organisasi multinasional dan digunakan secara internasional.
  • Standar Kompetensi Kerja Khusus (SKKK) adalah standar kompetensi kerja yang dikembangkan dan digunakan oleh organisasi untuk memenuhi tujuan organisasinya sendiri dan/atau untuk memenuhi kebutuhan organisasi lain yang memiliki ikatan kerja sama dengan organisasi yang bersangkutan atau organisasi lain yang memerlukan

·         Peserta sertifikasi adalah pemohon sertifikasi yang telah memenuhi persyaratan dan telah diterima mengikuti proses sertifikasi .

 

Mengapa sertifikasi kompetensi kerja diperlukan?

Sertifikasi kompetensi kerja adalah merupakan suatu pengakuan terhadap tenaga kerja yang mempunyai pengetahuan, ketrampilan dan sikap kerja sesuai dengan standar kompetensi kerja yang telah dipersyaratkan, dengan demikian sertifikasi kompetensi memastikan bahwa tenaga kerja (pemegang setifikat) tersebut terjamin akan kredibilitasnya dalam melakukan suatu pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya.

 

Apa keuntungan sertifikasi kompetensi kerja?

Sertifikasi kompetensi kerja memberikan keuntungan bagi perusahaan dan pemegangnya. Setelah terbitnya UU Ketenaga Kerjaan Nomor 13 Tahun 2003 dilanjutkan dengan keluarnya Peraturan Pemerintah (PP)  Nomor 23 Tahun 2004 tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan  PP 31 Tahun 2006 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional menunjukkan bahwa pelaksanaan sertifikasi tenaga kerja di berbagai sektor industri semakin meningkat. BNSP melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang didukung oleh Pemerintah, Asosiasi Industri, Asosiasi Profesi, Lembaga Diklat Profesi  dan masyarakat di bidang ketenagakerjaan semakin berkembang  dalam meningkatkan pelaksanaan sertifikasi kompetensi tenaga kerja di masing-masing sektor, hal ini memberikan dampak positif dengan  meningkatnya daya saing dan produktivitas tenaga kerja.

Apa keuntungan sertifikasi kompetensi ? Sertifikasi Kompetensi jelas akan mempengaruhi dan memberikan jaminan baik terhadap pemegangnya ataupun pihak lain.

Berikut beberapa keuntungan sertifikasi kompetensi:

  1. Bagi Pencari Kerja yang mempunyai sertifikat kompetensi:

a.  Kredibilitas dan kepercayaan dirinya akan meningkat

b.  Mempunyai bukti bahwa kompetensin yang dimiliki telah diakui

  1. Bertambahnya nilai jual dalam rekrutmen tenaga kerja

d.  Kesempatan berkarir yang lebih besar

e.  Mempunyai parameter yang jelas akan adanya keahlian dan pengetahuan yang dimiliki

  1. Bagi Karyawan di tempat kerja yang telah bersertifikat:

a.  Jenjang karir dan promosi yang lebih baik

b.  Meningkatkan akses untuk berkembang dalam profesinya

  1. Pengakuan terhadap kompetensi yang dimiliki
  2. Bagi Perusahaan / Tempat Kerja:

a.  Produktivitas  meningkat

b.  Mengurangi kesalahan kerja

  1. Komitmen terhadap kualitas

d.  Memudahkan dalam penerimaan  karyawan

e.  Mempunyai karyawan yang berdaya saing, terampil  dan termotivasi

 

Sejak kapan SMKN 3 Boyolangu menjadi LSP-P1 dan sampai kapan?

LSP-P1 SMKN 3 Boyolangu dirintis mulai Tahun 2013. Serangkaian proses dilewati dengan berbagai diklat, penyiapan dokumen-dokumen yang diperlukan, dan sebagainya hingga diterbitkanlah Surat Keputusan Ketua BNSP Nomor KEP.707/BNSP/VIII/2015 tanggal 31 Agustus 2015 tentang Lisensi kepada  Lembaga sertifikasi Profesi SMKN 3 Boyolangu. Surat Keputusan ini menetapkan Lisensi kepada LSP SMKN 3 Boyolangu  sebagai LSP-P1 Lembaga Pendidikan dan Pelatihan. Lisensi LSP-P1 SMKN 3 Boyolangu berlaku untuk batas waktu sampai 3 tahun sejak tanggal ditetapkan. Selanjutnya dapat diperpanjang kembali tergantung dari kinerja LSP.

 

 

Apa Visi dan Misi LSP-P1 SMKN 3 Boyolangu?

Visi LSP-P1 SMKN 3 Boyolangu adalah menjadi Lembaga Sertifikasi Profesi yang profesional untuk menghasilkan tenaga kerja yang berdaya saing global, unggul, terpercaya, dan berakhlak mulia serta berwawasan lingkungan.

Untuk mewujudkan visi tersebut maka misi yang dilakukan adalah:

  1. SMK Negeri 3 Boyolangu menetapkan kebijakan, dan menerapkan pedoman BNSP 215/ISO 17024 secara menyeluruh tanpa pengecualian;
  2. LSP SMK Negeri 3 Boyolangu memiliki Tenaga profesional yang kompeten dalam mengoperasikan LSP.
  3. Manajemen LSP SMK Negeri 3 Boyolangu memberikan pelayanan uji kompetensi yang mengutamakan mutu dan kepuasan pelanggan serta menjamin bahwa pekerjaan pengujian dilaksanakan dengan jujur, teliti, cepat, tepat, dan akurat serta efisien dalam menggunakan sumber daya.
  4. Menetapkan Kebijakan, prosedur, dan administrasi lembaga sertifikasi harus terkait dengan kriteria sertifikasi, harus jujur dan wajar terhadap seluruh calon dan harus memenuhi semua persyaratan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  5. LSP tidak boleh menggunakan prosedur yang menghambat dan menghalangi akses oleh pemohon dan calon, kecuali yang ditetapkan dalam pedoman ini.

 

Apa Kebijakan Mutu LSP-P1 SMKN 3 Boyolangu?

  1. Kebijakan Mutu LSP-P1 SMKN 3 Boyolangu, yaitu Lembaga sertifikasi profesi SMK Negeri 3 Boyolangu bertekad menerapkan dan memelihara mutu sesuai dengan pedoman BNSP 201 dan 202. Seluruh personil LSP SMK Negeri 3 Boyolangu berkomitmen untuk menyelenggarakan        Uji kompetensi secara  professional.

 

Sebagai LSP-P1 SMKN 3 Boyolangu yang terlisensi, ruang lingkupnya apa saja sampai saat ini?

Untuk sementara waktu ini LSP SMKN 3 Boyolangu mempunyai kewenangan untuk melaksanakan sertifikasi kompetensi dengan ruang lingkup lisensi berupa 13 (tiga belas) skema sertifikasi/klaster, yang meliputi: A. Kompetensi Keahlian TKR (1. Engine Tune Up Konvensional, 2. Tune Up Sistem Injeksi, 3. Pemeliharaan/servis Chassis, 4. Pemeliharaan Sistem Elektrikal) B. Kompetensi Keahlian TPm (5. Penggunaan Alat Ukur, 6. Pengoperasian Mesin Frais Dasar, 7. Pengoperasian Mesin Frais Kompleks, 8. Pengoperasian Mesin Gerinda, 9. Pengoperasian Mesin  NC/CNC (dasar), 10. Pengoperasian Mesin Bubut (dasar), 11. Pengoperasian Mesin Bubut Kompleks. C. Kompetensi Keahlian TEI  (12. Inspektor Power Amplifier Elektric Check (Operator level 4), dan 13. Pemeliharaan dan Perbaikan Bidang Elektronika).

Perjalanan ke depan, semua kompetensi keahlian diupayakan lebih lanjut agar terlisensi dan akhirnya mempunyai kewenangan untuk menyelenggarakan sertifikasi kompetensi kerja.

 

Siapa saja saat ini yang menjadi pengurus LSP-P1 SMKN 3 Boyolangu?

Dewan Pengarah                          : Drs. Moch. Anurul Hamzah, M.M.

Ketua LSP                                   : Heri Subowo, M.Pd.

Komite Skema                                      : Ketua kompetensi keahlian

  1. Kepala Bagian  Adm. & Keuangan   : Muh. Abdurra’uf, S.Sos.

Bidang Manajamen  Mutu              : Yunanto, S.Pd.

Bidang Sertifikasi                          : Drs. Heni Ratmoko, M.M.

 

Apa saja kiprah LSP-P1 yang telah dilakukan?

Berdasarkan atas Surat Perjanjian Pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi Kerja Reguler RM (PSKK-Reguler RM) antara Pejabat Pembuat Komitmen Sekretariat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dengan Lembaga Sertifikasi Profesi SMKN 3 Boyolangu selaku Pelaksana Sertifikasi Kompetensi Kerja, Nomor.  K. 130 /PPK/SETBNSP/X/2015 , tanggal 30 bulan Oktober tahun 2015 dan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) Nomor. SPMK. 130/SETBNSP/X/2015, tanggal 30 bulan Oktober tahun 2015, maka mulai Tgl. 16 s.d. 23 November 2015 melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja terhadap 1200 asesi/peserta didik kelas XII (60 paket) untuk Kompetensi keahlian TEI, TPm, TKR, yang melibatkan 11 SMK (di wilayah Tulungagung, Blitar, Kediri, dan Trenggalek), 19 TUK (Tempat Uji Kompetensi), dan 39 asesor kompetensi.

Sebagai hasilnya, yang direkomendasikan Kompeten adalah 883 (delapan ratus delapan puluh tiga) asesi atau 73,6%, yang direkomendasikan Belum Kompeten adalah 317 (tiga ratus tujuh belas) asesi atau 26,4%. Peserta yang direkomendasikan kompeten berhak untuk mendapatkan Sertifikat Kompetensi yang diterbitkan oleh BNSP melalui LSP.

Khusus untuk SMKN 3 Boyolangu, yang telah berhasil disertifikasi sbb:

NO

KOMLI

SKEMA

JML PESERTA

JML KOMPETEN

PERSEN TASE

1

TKR

Engine Tune Up Konvensional

80

72

90

2

TPm

Pengoperasian Mesin Bubut Kompleks

60

55

92

Pengoperasian Mesin  NC/CNC (dasar)

40

40

100

3

TEI

Inspektor Power Amplifier Elektric Check (Operator level 4)

60

57

95

TOTAL/RERATA

240

224

94,25

 

Apa saja persyaratan/permohonan sertifikasi itu?

Persyaratan/Permohonan sertifikasi sbb:

  1. Terdaftar sebagai siswa SMK, yang ditunjukkan dengan foto kopi rapor atau kartu Pelajar
  2. Mengisi aplikasi permohonan sertifikasi
  3. Sehat  jasmani, ditunjukkan dengan Surat keterangan Sehat dari Dokter.
  4. Telah menyelesaikan program pelatihan sesuai dengan skema/bidang yang akan disertifikasi , yang ditunjukkan dengan foto kopi raport semester 1 s.d. terakhir yang telah dilaksanakan.
  5. Foto kopi sertifikat diklat/surat keterangan/piagam yang relevan dengan bidang yang akan disertifikasi.
  6. Menyerahkan pasfoto berwarna 3 x 4 sebanyak 4 lembar
  7. Menyerahkan  Copy  Kartu Pelajar/KTP/Kartu Keluarga (KK)

 

Apa yang perlu dipersiapkan oleh peserta/asesi agar sukses melaksanakan uji sertifikasi?

Beberapa hal yang perlu dipersiapkan agar dapat sukses uji sertifikasi antara lain:

  1. Mengikuti semua pembelajaran (utamanya kelompok produktif) dengan sebaik-baiknya, baik teori maupun praktik.
  2. Melaksanakan Prakerin (Praktik kerja industri) di DU/DI yang menerapkan prosedur kerja secara benar sesuai SOP dan relevan dengan bidangnya serta dilaksanakan secara sungguh-sungguh.
  3. Mengikuti diklat yang mendukung peningkatan kompetensi sesuai dengan bidangnya.
  4. Memahami persyaratan dan prosedur pelaksanaan uji sertifikasi.

 

Bagaimana fungsi LSP-P1 ke depan?

Dalam percepatan sertifikasi menghadapi MEA 2015, sesuai kesepakatan dengan Direktorat Pembinaan SMK Kementerian Dikdasmen mulai tahun 2015 ini siswa SMK akan mengikuti uji kompetensi/sertifikasi kompetensi mengacu pada sistem BNSP sebagai sistem nasional.

Pelaksanaan sertifikasi kompetensi SMK dilakukan secara bertahap, yaitu:

  1. Tahun 2015, kegiatan sertifikasi di SMK dilaksanakan dengan 2 sistem, yaitu sebagian besar di SMK dilaksanakan secara mandiri dengan skema Uji Kompetensi Keahlian (UKK) dan sebagian dilaksanakan oleh PTUK-SMK dengan skema BNSP;
  2. Tahun 2016, kegiatan sertifikasi di SMK dilaksanakan dengan 1 sistem dengan dua lembaga yaitu sebagian besar kegiatan sertifikasi dilaksanakan secara mandiri oleh LSP SMK dengan skema BNSP dan sebagian dilaksanakan oleh PTUK-SMK dengan skema BNSP;
  3. Tahun 2017, kegiatan sertifikasi di SMK dilaksanakan dengan 1 sistem dengan satu  lembaga yaitu LSP-P1 SMK.

 

Semoga uraian singkat di atas mampu memberikan wawasan kepada semua pihak, utama nya peserta didik,  pendidik, dan para pemangku kepentingan sehingga sejak dini dapat mempersiapkan diri agar sukses dalam melaksanakan sertifikasi  kompetensi kerja. SMK Bisa!! SMKN 3 Boy Berprestasi!!


Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar


Nama *
Email * Tidak akan diterbitkan
Komentar *
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 0 komentar untuk berita ini