PEMBANGUNAN MASJID DAARUSSALAAM SMK NEGERI 3 BOYOLANGU TULUNGAGUNG BAGIAN 1

Diposting pada: 2017-10-06, oleh : smkn3boy, Kategori: Tanpa Kategori

 

PENDAHULUAN

Sesungguhnya segala puji bagi Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa. Kita memohon pertolongan dan ampunan serta perlindungan-Nya dari segala kebu-rukan dan kelemahan. Barang siapa yang diberi hidayah-Nya, tidak ada satu pun yang dapat menghalangi, dan barang siapa yang tidak mendapat hidayah, tidak ada satu pun yang mampu menolongnya. Subhaanallaahi Walhamdu Lillaahi Walaa Ilaaha Illallaahu Wallaahu Akbar.

Shalawat dan salam semoga tetap terlimpahkan kepada Nabi Muhammad Shallallaahu ‘alaihi wa sallam, yang telah menyampaikan risalah-Nya, memberi nasihat dan membawa umat menuju kesempurnaan hidup lahir batin, dunia dan akhirat. Kita berharap semoga termasuk umat yang mendapat syafa’at beliau di Yaumil Akhir. Amiin.

Masjid merupakan rumah Allah yang menjadi tempat beribadah umat muslim, para muslimin datang minimal lima kali dalam sehari semalam untuk melaksanakan sholat lima waktu yang merupakan salah satu dari rukun Islam dan mendekatkan diri kepada Sang Khaliq, menyerahkan semua permasalahan duniawi dan ukhrawi. Selain itu masjid juga merupakan salah satu tempat pem-binaan dan pendidikan umat Islam terutama bagi generasi muda, dengan pem-binaan dan pendidikan agama diharapkan generasi tunas bangsa mempunyai mental dan akhlak yang mulia.

Kenyamanan dalam beribadah merupakan salah satu poin penting untuk lebih mendekatkan diri kepada Sang Khaliq, disamping itu kenyamanan dalam proses pembinaan pendidikan dapat lebih memacu generasi muda Islam lebih memahami dan mendalami ajaran Islam yang sebenarnya dan menjadikan gene-rasi yang hidupnya terarah, dengan ilmu hidup terasa mudah, dengan seni hidup akan terasa indah, dengan agama hidup akan terarah.

 

LATAR BELAKANG

Masjid Darussalam SMK Negeri 3 Boyolangu Tulungagung merupakan masjid yang terletak di dalam lingkungan SMK Negeri 3 Boyolangu Tulungagung yang beralamat di Jln. Ki Mangunsarkoro, Beji, Kecamatan Boyolangu, Kabupa-ten Tulungagung, Jawa Timur. Yang setiap harinya terutama pada waktu shalat lima waktu jamaah yang beribadah berjumlah kurang lebih 2.000 orang terdiri dari Peserta Didik, Pendidik dan Tenaga Kependidikan sudah tidak tertampung karena bertambahnya warga SMK Negeri 3 Boyolangu Tulungagung, sehingga menyebabkan tidak terciptanya kekhusyu’an dalam beribadah dikarenakan tempat ibadah yang kurang memadai.

Oleh karena itu kami (Kepala SMKN 3 Boyolangu, Pendidik, Tenaga Ke-pendidikan, dan Komite Sekolah) memandang perlu untuk membangun dan mere-novasi kembali Masjid Darussalam. Dengan demikian diharapkan agar warga SMK Negeri 3 Boyolangu Tulungagung lebih giat beribadah sehingga akan ter-cipta warga sekolah yang ber-akhlaqulkariimah.

Namun untuk mewujudkan hal tersebut tidaklah mudah tanpa bantuan dan dukungan dari semua pihak. Karena itu kami mengharapkan dukungan moril dan materiil untuk proses pembangunan Masjid Darussalam yang berfungsi sebagai sarana ibadah dan diharapkan menjadi pusat kegiatan keislaman di lingkungan SMK Negeri 3 Boyolangu Tulungagung. Selanjutnya tidak lupa kami berdoa, semoga perkenan dan keikhlasan bantuan Bapak/Ibu/Muslimin/Muslimat Para Donatur menjadi jalan menuju ketaqwaan, dan Insya Allah kita termasuk golongan orang-orang yang disebutkan di dalam Hadist Rasulullah “Barang siapa yang membangun masjid karena mengharapkan keridhaan Allah, maka Allah akan membangun untuknya rumah di surga” (HR. Bukhari dan Muslim). Amiin Ya Rabbal ‘Aalamiin.

 

DASAR PEMIKIRAN

1.        Menyebarluaskan Agama Islam adalah merupakan kewajiban kita se-mua selaku penganutnya.

 

Sesungguhnya Islam itu adalah agama samawi terakhir, ia berfungsi seba-gai rahmat dan ni’mat bagi manusia seluruhnya. Maka Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa mewahyukan agama ini dalam nilai kesempurnaan yang tertinggi, ke-sempurnaan mana meliputi segi-segi fundamental tentang duniawi dan ukhrawi, guna menghantarkan manusia kepada kebahagiaan lahir dan batin serta dunia dan akhirat. Sebab itu agama Islam bersifat universal dan eternal lagi pula sesuai dengan fitrah manusia dan cocok dengan tuntunan dhamir (hati nurani) manusia seluruhnya sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang mulia dalam menghadapi dan menerima agama Tuhan (Islam) yang haq itu.

Maka konsekwensinya, Islam menjadi agama da’wah, yakni agama yang harus disampaikan kepada seluruh manusia, yang telah ditegaskan pula dengan teks-teks yang jelas (nash-nash yang sharieh) dalam sumber ajarannya, yaitu Al-Qur’an dan Al-Hadits. Ajaran-ajaran Islam perlu diterapkan dalam segala bidang hidup dan kehidupan manusia, dijadikan juru selamat yang hakiki di dunia dan di akhirat, menjadikan Islam sebagai ni’mat dan kebanggaan manusia. Seperti yang telah dicontohkan dalam penyebaran Islam pertama, zaman Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallamdi abad ke-VII, kemudian di zaman pengganti-pengganti beliau dari Khulafaur-Rasyidin, menyusul di zaman keemasan Islam. Sejarah membuktikan bahwa kedatangan Islam di zaman itu benar-benar menjadi juru selamat dan kebanggaan yang tak ada taranya, manusia meni’mati Islam sebagai karunia dan rahmat Ilahi.


Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar


Nama *
Email * Tidak akan diterbitkan
Komentar *
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 0 komentar untuk berita ini